Kamis, 30 Januari 2020

Pameran, Setelah 1.5 Tahun ???

  Hi, kali ini aku kepikiran ide buat bikin sebuah konten baru di blog aku, namanya "Sharing Session". Di sharing session ini nantinya aku bakalan kasih semua tentang kegiatan aku dan membagikan pengalamanku terkait kegiatan yang udah aku lakuin. Dengan slogan "Sharing session, share inspiration, share ideas, share for good in the future". Yang mana kedepannya aku berharap pembaca setia blog aku atau mungkin pembaca mangkir dadakan yang baca blog aku dapat mengambil nilai dari pengalaman yang sudah aku bagikan. Okey, enjoy it readers :D

     Beberapa waktu lalu, aku bersama temen-temen yang lain mengadakan event yang lumayan sederhana, tapi mengesankan menurut aku. Jujur, ini adalah event pertama yang aku bikin setelah hampir 1,5 tahun menjalani studi perkuliahan dengan waktu yang super duper singkat.

Bayangkan aja, dua minggu sebelum UAS di umumkan bahwa UAS untuk salah satu mata kuliah peminatan yang kuambil adalah kita membuat event berupa pameran fotografi sederhana yang di ketuai oleh temen seangkatanku sendiri. Bayangkan aja tuh, dua minggu bikin event. Bener-bener bikin aku sama temen-temenku tercengang dan yah... kita sempet cek-cok juga satu sama lain dalam berbagai hal. Namun pada akhirnya kita tetap memaksimalkan usaha dan kreatifitas kita hingga hari tibanya event ini berlangsung.  Alhamdulillahnya setiap mahasiswa yang lewat mereka interest sih, but sayang mungkin karena persiapan yang kurang matang menjadikannya kurang wah gituuu buat ditonton, tapi masih cukup bagus dan menarik sih menurut mereka. Dengan konsep yang klasik, unik, dan bisa di bilang agak mistis juga sih wkwkwk :v

     Dan yah.... memang walaupun sederhana, dalam waktu yang singkat, selama proses pun begitu banyak hambatannya tapi aku belajar satu hal. Ada seseorang yang berpesan kepadaku, bahwa "Janganlah mengerjakan sesuatu itu berpatok pada asal jadi, atau yang penting jadi. Karena, ketika kita berfikir seperti itu maka yang terjadi adalah hal yang sia-sia."  Kenapa bisa sia-sia? Ku kasih perumpamaan nih, ketika kita melakukan sebuah event dengan waktu yang singkat dengan niat ingin terlihat bagus. Dengan niat yang asal jadi. Jelas akan lebih baik dengan niat yang terlihat bagus. Jujur awalnya aku dan temen-temen kepikiran buat seperti itu. Udah yang penting ngerjainlah, yang penting jadilah, dll yang semacam sama itu. Dikarenakan waktu yang singkat dan dana yang belum turun karena pembuatan proposal yang jauh dari standar proposal pada umunya. But, aku mikir... pameran walau mau sesederhana apapun orang bakalan melihat, orang bakalan menilai, orang bakalan tau mana event yang bener-bener dikerjain dan yang cuma asal. Namanya juga pameran. Pamer ke orang-orang. Masa iya sih pamer tapi hal yang sederhana? Atau bahkan jelek karena asal? Oke, berangkat dari sana dan berhubung prodiku masih baru, gamau dong aku sama temen-temenku buat terlihat biasa aja. Akhirnya di H-5 pameran aku sama temen-temen mikir nih gimana ya biar unik? Jadilah ketika event pameran dibuka kita tidak hanya membuat event pameran fotografi biasa namun event fotografi yang unik, klasik, sederhana, dan penuh makna.

     Yah... kurang lebih seperti itu sih. Semoga pesan yang aku tulis di blog pribadiku ini sampe ke temen-temen pembaca sekalian. And... diharapkan sekali pembaca meninggalkan saran, atau bisa juga di kritik atau kritisi wkwk.. Aku harap semoga aja tulisanku bermanfaat buat semuanya. See you in the next Sharing Session guys!!!!  Share inspiration, share ideas, share for good in the future. (^_^)



Kamis, 12 Desember 2019

Ikhlaskan - mu


"Melangitkan nama-mu, menjagamu lewat do'a-ku, tiada pernah mencoba sekedar melupakanmu. Sadar bahwa sang dua kaki mulai lelah.. Dan bagaiamana nanti bila aku masih disini? Maka... ijinkan-lah..jaga-lah... Disini, tidak ada sadar yang egois di atas tanggung jawab."

#aLvaizah
     18/8/2018

Terangkai dalam satu wadah
Tumbuh dalam satu akar
Namun.. Tuhan...
Selalu punya cerita atas bunga mawar
Dipucuk keberapa dia mekar
Dititik mana dia melayu... jatuh...mati..dan hilang

#aLvaizah
    18/8/2018

Ayah



"Detik berlaun, melambai pada hangatnya kenangan denganmu. Tak bisa tegar menumpu.. hangatnya senyum sederhana akan tutur candamu. Warnamu tak pernah jelas, namun hatiku masih memendam dendam rindu padamu. Dimana... setiap sajak yang kulangitkan tak lagi terbendung oleh kerakusanku. Entah, seberapa banyak terucap aku berharap semoga langit menerima secarik surat rinduku padamu."



-aLvaizah
8/8/2018

Selasa, 26 November 2019

#?

"Aku masih saja mendiami sisi mitos yang sama. Melemahkan segala afeksi-ku pada tatanan yang tak semestinya. Mungkin itu hanyalah bualan belaka? Tapi... rasanya terlalu nyata. Ya, tentang hal baik yang seharusnya menjadi pilihan, akan pudar pada rasa ke egoisan yang tinggi akibat jati diri yang menyeluruh. Bukan pada aspek Ya dan Tidak. Segala keputusan memang tidak sesederhana itu, bukan? Memang siapa yang berkehendak? Jahatkah? atau... baikkah? Bukankah sama saja.?"


aLvaizah
#!?

Senin, 25 November 2019

Diantara Antara

" Aku tak mengerti lagi maksud sebuah rasa hadir mengimbangi dunia yang terjalani. Ambigu, atas apa yang tergariskan namun kian menjauh tak terjamah mata sekian waktu. Membunuh impian sekian nafas yang terhembus, terbelenggu pada sekarat yang sesungguhnya. Aku mengerti... serpihan kehancuran yang semakin menjadi ini akan berhenti pada waktunya. Sudah menjadi hukumnya... tawa tak akan selaras tanpa tangis yang deras."
-aLvaizah
#diantaraantara

Sabtu, 23 November 2019

Rekap Kata



'' Ukirku pada nama yang tak di tau sebab munculnya sebaris kata... itu. Ketika berarah jalan pada kembali, tak aku temukan rasa yang seharusnya ada...itu. Sungguh... tak segala halu atas sebuah sebab terjelaskan, dan tak segala hal muasabab tersebutkan. Andai itu,,, sebuah ritual. Maka, minoritas itu akan memiliki hak yang manis dan indah. Sekali lagi, bukan halu atas sebab yang sama. Ya.... memang inilah...fana.'' 

-aLvaizah 

#rekapkata