Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Juni 2024

Keterbatasann

 Terkadang ... benar bahwa tak segala hal itu nyata

Apa yang selalu tampak itu semu

Memang benar, kita adalah manusia-manusia terbatas

Yang selalu lupa akan darimana kita berasal

Kita, manusia...

Lantas, mengapa ambisi itu ada

Mengapa ingin tetap bertahan dalam rengkuh jiwa yang terbelenggu

Bernama kehidupan



Selasa, 11 Juni 2024

Racau

Bagaimana kabarmu?
Setelah berhasil hilang dari hidupku
Kau tau dari awal
Dengan sepenuhnya kewarasanmu
Bahwa aku memanglah berbeda
Untuk tetap bisa menahanmu
Aku tak bisa
Bahkan tak mampu
Aku kalah oleh egoku dan harga diriku
Dan atas keputusanmu
Diatas segalanya aku menghargai itu
Akupun cukup sadar untuk melepasmu



Minggu, 19 Mei 2024

Aku Kira Akhir

 Kalau terus begini

Aku hancur sendiri

Jika... putus asa bukanlah dosa

Mengapa setiap aku putus asa tak kau ijinkan aku kembali

Lelah...

Rasanya.. percuma

Segala hal yang ada tidak pernah baik-baik saja

Terlepas dari bodoh dan naifku

Hidupku sebagai manusia apakah sepenting ini?

Luruh semua semangat dan usahaku

Lelah aku berharap padamu

Hanya untuk hal baik saja kau tak izinkan aku memilikinya meski sebentar

Runyam dan rumit ini kumakan ssendirian

Hingga kini aku benar-benar hilang arah dan tidak ada tempat untuk pulang

Di usiaku ini, banyak sekali hal yang kuperjuangkan

Aku sadar aku hanya mengeluh banyak sekali diluar sana yang lebih dariku, deritanya

Namun...

Tidak mungkin hanya aku yang meminta untuk bisa tetap baik-baik saja

Sekedar normal salah satunya

Tidak berantakan seperti sekarang ini..

Tidak ada yang tersisa dari semuanya

Selain diri sendiri dan sebuah hati

Hati yang selalu mudah dbodohi

Sabtu, 08 Oktober 2022

 Aku adalah luka yang tak kau izinkan untuk berhenti

Aku terus terluka dan makin terluka lagi

Luka yang kubawa seumur hidup

Hingga mendarah dalam sanubariku

Tanpa kubisa merasakan rasa

Kembali lagi

Aku menjemput putus asa kembali

Aku mati

Sekali lagi

Jumat, 01 Juli 2022

Senin, 27 Juni 2022

Hari

 Senin adalah semangatku

Sedangkan bertemu Selasa adalah membaranya hari-hariku

Dengan Rabu mungkin aku sedikit lesu

Ketika Kamis datang selalu saja memberi harapan baru

Tiba pada Jum'at hari terakhirku

Dan dengan lelapku entah mengapa Sabtu dan Minggu malam selalu menjadi waktu tersibuk bagiku...

Jumat, 17 Juni 2022

17/06/2022 #aLvaizah

 Sepat rasa-rasanya

Menemukan rasa yang pahit untuk dikecap

Sungguh manis diberanikannya

Namun tidak untuk seutuhnya memiliki

Kau hanya perlu bicara

Namun egoismu hanya sanggup diam

Saat diriku runtuh seutuhnya

Entah kau dimana... 

Entah aku yang asal merasa...

Atau memang bodohku percayakan segalanya

Seberapa mahal harga setia

Untuk semudah itu kau campakkan.

Hatiku kau buat muak

Hariku kau buat kacau

Aku diam-diam dendam

Aku pun diam-diam melangitkan

Segala sumpah serapah pada bajingan

Rabu, 15 Juni 2022

Lentera

 Sajak laguku terus membisu

Terpendam tekanan yang perlahan menghancurkanku

Dimanakah letak damai pada inginku

Sedang kita... terikat.

Tak terbatasi oleh waktu

Namun... yang kubisa

Hanya menjagamu dalam doa-doaku

Senin, 13 Juni 2022

Bernama Teman

 -aLvaizah-

Menyekat dalam gelap

Kesadaran pada bumi yangb mulai tenggelam

Oleh asa rupa-rupa manusia

Terikat dendam  namun tak lagi sejalan

Pada yang pernah hadir bernama teman

Sabtu, 21 Maret 2020

Terkutuk !!!

"Harapan, tak selebihnya angin berlalu. Menyapu udara sepersekian detik menghanyutkan harap-harap palsu. Aku terima kewajiban, perjuangan, yang tak henti meski letih dan tak terarah. Terbebani oleh ombang - ambing tanpa sandaran,tanpa acuan.... yang mau memahami dengan benar??? Tepat??? Kebanyakan tidak berani merasa (memang) rendah. Namun sering kali menganggap secara sadar dengan tinggi bahwa sesungguhnya kelegaan itu tidak berkesudahan, hakikatnya. Meski tahun bersilam, tak terlihat pun keadilan yang di agungkan. Memberatkan jiwa - jiwa yang kosong pada perihnya kebodohan. Fana... Akal fikiran... Sayangnya, tak segala makna tersampaikan. Ketika Dia memang ada, adakah jalan yang mampu membuat pertunjukkan?"
-aLvaizah-

Kamis, 12 Desember 2019

Ikhlaskan - mu


"Melangitkan nama-mu, menjagamu lewat do'a-ku, tiada pernah mencoba sekedar melupakanmu. Sadar bahwa sang dua kaki mulai lelah.. Dan bagaiamana nanti bila aku masih disini? Maka... ijinkan-lah..jaga-lah... Disini, tidak ada sadar yang egois di atas tanggung jawab."

#aLvaizah
     18/8/2018

Ayah



"Detik berlaun, melambai pada hangatnya kenangan denganmu. Tak bisa tegar menumpu.. hangatnya senyum sederhana akan tutur candamu. Warnamu tak pernah jelas, namun hatiku masih memendam dendam rindu padamu. Dimana... setiap sajak yang kulangitkan tak lagi terbendung oleh kerakusanku. Entah, seberapa banyak terucap aku berharap semoga langit menerima secarik surat rinduku padamu."



-aLvaizah
8/8/2018

Selasa, 26 November 2019

#?

"Aku masih saja mendiami sisi mitos yang sama. Melemahkan segala afeksi-ku pada tatanan yang tak semestinya. Mungkin itu hanyalah bualan belaka? Tapi... rasanya terlalu nyata. Ya, tentang hal baik yang seharusnya menjadi pilihan, akan pudar pada rasa ke egoisan yang tinggi akibat jati diri yang menyeluruh. Bukan pada aspek Ya dan Tidak. Segala keputusan memang tidak sesederhana itu, bukan? Memang siapa yang berkehendak? Jahatkah? atau... baikkah? Bukankah sama saja.?"


aLvaizah
#!?

Senin, 25 November 2019

Diantara Antara

" Aku tak mengerti lagi maksud sebuah rasa hadir mengimbangi dunia yang terjalani. Ambigu, atas apa yang tergariskan namun kian menjauh tak terjamah mata sekian waktu. Membunuh impian sekian nafas yang terhembus, terbelenggu pada sekarat yang sesungguhnya. Aku mengerti... serpihan kehancuran yang semakin menjadi ini akan berhenti pada waktunya. Sudah menjadi hukumnya... tawa tak akan selaras tanpa tangis yang deras."
-aLvaizah
#diantaraantara

Sabtu, 23 November 2019

Rekap Kata



'' Ukirku pada nama yang tak di tau sebab munculnya sebaris kata... itu. Ketika berarah jalan pada kembali, tak aku temukan rasa yang seharusnya ada...itu. Sungguh... tak segala halu atas sebuah sebab terjelaskan, dan tak segala hal muasabab tersebutkan. Andai itu,,, sebuah ritual. Maka, minoritas itu akan memiliki hak yang manis dan indah. Sekali lagi, bukan halu atas sebab yang sama. Ya.... memang inilah...fana.'' 

-aLvaizah 

#rekapkata